Total Tayangan Halaman

Jumat, 07 November 2014

Tugas 2 Psikologi Manajemen


Perencanaan Struktur Organisasi OJK

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga baru yang akan melakukan supervisi industri jasa keuangan. Dikarenakan OJK merupakan lembaga yang nantinya akan mengelola dana yang besar sekitar Rp 7.500 triliun maka harus dikelola dan diawasi oleh orang-orang yang berkompeten di bidang keuangan dan berintergritas yang tinggi. Menurut Rahmat Waluyanto yang merupakan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  struktur organisasi OJK akan diisi oleh orang-orang dari Bapepam-LK dan Bank Indonesia dan kekurangannya akan direkrut secara umum. Namun saat ini pembentukan struktur organisasi tersebut masih dibahas oleh Dewan Komisioner.
Perencanaan merupakan suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi yang menyeluruh untuk mencapai sasaran yang ditetapkan, dan mengembangkan hierarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan proses penentuan untuk menyusun strategi dan tujuan organisasi.
Hal ini termasuk dalam perencanaan struktur manajemen organisasi karena hal ini termasuk dalam mengkoordinasikan kegiatan proses penentuan untuk menyusun strategi dan tujuan organisasi, dimana OJK membutuhkan orang yang berkompeten dibidang keuangan dan berintegritas tinggi sehingga dapat mengkoordinasikan kegiatan organisasi tersebut.


Sumber:





AJRIN SYARAFINA
10512529
3PA01

Minggu, 12 Oktober 2014

Tugas 1 Psikologi Manajemen



Seandainya saya adalah seorang pemilik perusahaan dan ingin membuat perusahaan yang sukses ada banyak hal yang saya ingin lakukan. Namun sebelumnya kita harus tau terlebih dahulu apa itu perusahaan.
Perusahaan adalah suatu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti bahan dan tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan laba. (http://carapedia.com/pengertian_definisi_perusahaan_info2035.html)
Untuk membangun perusahaan yang sukses pertama kali yang harus dilakukan adalah membuat sistem yang baik, sistem yang baik disini adalah sistem kerja, sistem pengelolahan dan sistem pemasaran yang baik.
a.     Sistem kerja
Sistem kerja yang saya maksud adalah membangun hubungan yang baik antara pemimpin dengan para karyawannya. Pemimpin haruslah bisa membuat karyawannya merasa bagian dari perusahaan tersebut sehingga karyawan tersebut menjadi senang dan tulus dalam bekerja. Selain itu pemimpin juga harus membuat para karyawannya menjadi nyaman bekerja di perusahaan tersebut sehingga dengan begitu karyawan dapat bekerja dengan baik dan menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Selain itu juga tetap harus menjaga profesionalitas.

b.     Sistem pengelolahan
Sistem pengelolahan yang saya maksud disini adalah bagaimana mengelolah produk dari perusahaan ini dengan baik dan menjadikan produk itu menjadi produk yang terbaik yang jelas adalah dengan cara yang baik dan tetap menjaga kualitas produk tersebut sehingga tidak mengecewakan para konsumen. Selain kualitas penting juga membuat produk yang inovatif dan perlu untuk melakukan riset produk apa saja yang saat ini sedang dibutuhkan oleh para konsumen. Artinya sebagai produsen kita harus mengetahui kondisi pasar saat ini.

c.      Sistem pemasaran
Selain membuat sistem kerja dan pengelolahan yang baik, yang sangat penting juga adalah membuat sistem pemasaran yang baik, karena suatu hasil produksi jika tidak dipasarkan dengan baik maka akan menjadi percuma. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa setiap perusahaan ingin memaksimalkan laba, maka caranya adalah dengan membuat barang yang berkualitas dan memasarkannya dengan baik dan sangat penting untuk membuat strategi pemasaran. Dalam strategi pemasaran yang penting adalah produk, harga, lokasi dan promosi. Produsen juga harus dapat menjaga hubungan baik dengan konsumen dalam arti harus dapat menjaga kualitas dan cara penawaran yang baik sehingga konsumen tetap percaya pada kita.

Itulah beberapa hal yang penting untuk dilakukan agar perusahaan yang kita kelolah bisa menjadi sukses dan menjadi yang terbaik.




AJRIN SYARAFINA
10512529
3PA01

Jumat, 23 Mei 2014

penyesuaian diri




Konsep Penyesuaian Diri yang Sehat


Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain pastinya membuat kita harus bisa menyesuaikan diri. Terdapat beberapa definisi tentang penyesuaian diri yaitu menurut Schneiders (1964: 51) penyesuaian diri merupakan proses yang meliputi respon mental dan perilaku yang merupakan usaha individu untuk mengatasi dan menguasai kebutuhan-kebutuhan dalam dirinya, ketegangan-ketegangan, frustasi, dan konflik-konflik agar terdapat keselarasan antara tuntutan dari dalam dirinya dengan tuntutan atau harapan dari lingkungan di tempat ia tinggal.
Sedangkan dalam bahasa psikologi penyesuaian diri dikenal dengan adjustment yang memiliki beberapa arti, diantaranya : (1) variasi dalam kegiatan organisme untuk mengatasi suatu hambatan dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan. (2) menegakan hubungan yang harmonis dengan lingkungan fisik dan sosial.
Ada 2 faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri individu yaitu factor internal dan eksternal
1.     Internal meliputi kondisi fisik, emosi, kematangan intelektual, moral, religius, dan motivasi.
2.     Eksternal meliputi kondisi lingkungan rumah, sekolah, lingkungan sosial dan yatng berasal dari luar individu.
Seseorang bisa dikatakan menyesuaikan diri jika mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya dan tuntutan lingkungannya serta mampu mengatasi hambatan yang dihadapinya.
Ciri-ciri individu yang bisa menyesuaikan diri adalah
1.     Dapat memenuhi kebutuhannya tanpa melebih lebihkan atau menguranginya.
2. Tidak merugikan orang yang melakukan penyesuaian diri yang sama dalam memenuhi kebutuhannya
3.     Mampu melakukan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal
Selain itu menurut Kartono orang yag sehat secara mental adalah orang yang dapat menyesuaikan dirinya dengan diri sendiri maupun lingkungan.



Sumber kepustakaan:
Chaplin,J.P. (a.b. Kartini Kartono). 2011.  Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Pers


AJRIN SYARAFINA
10512529
2PA01